Selasa, 21 Januari 2025

DYNAMIC ROUTING PADA ROUTER MIKROTIK

 apa itu dynamic routing

Dynamic routing adalah suatu metode dalam jaringan komputer di mana rute atau jalur untuk pengiriman data antara perangkat-perangkat jaringan dapat berubah secara otomatis berdasarkan kondisi jaringan yang berubah. Dalam sistem dynamic routing, router menggunakan protokol routing untuk saling bertukar informasi tentang status jaringan dan membuat keputusan rute berdasarkan informasi tersebut.


Berbeda dengan static routing, di mana rute ditentukan secara manual dan tidak berubah kecuali diubah oleh administrator jaringan, dynamic routing memungkinkan router untuk menyesuaikan jalur pengiriman data secara dinamis berdasarkan perubahan seperti kegagalan jalur atau perubahan lalu lintas.


Kelebihan Dynamic Routing:

Automiatis Pembaruan Rute: Dynamic routing memungkinkan router untuk secara otomatis memperbarui rute ketika ada perubahan dalam topologi jaringan, seperti link yang turun atau naik. Ini mengurangi beban administrasi.


Skalabilitas: Cocok untuk jaringan yang besar dan kompleks karena tidak perlu mengonfigurasi rute secara manual. Routing dapat disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam jaringan.


Redundansi dan Pemulihan: Dynamic routing dapat dengan cepat menemukan rute alternatif ketika terjadi kegagalan jalur atau perangkat jaringan, menjaga kelancaran lalu lintas data.


Fleksibilitas: Router dapat menyesuaikan jalur secara dinamis dengan memperhitungkan kondisi jaringan terkini, seperti kemacetan atau kerusakan link.


Mengurangi Kesalahan Manusia: Karena rute ditentukan dan dikelola secara otomatis oleh protokol routing, maka mengurangi kemungkinan kesalahan konfigurasi manual.


Kekurangan Dynamic Routing:

Konsumsi Sumber Daya: Proses perhitungan dan pembaruan rute membutuhkan penggunaan CPU dan bandwidth, yang bisa menjadi masalah pada perangkat dengan sumber daya terbatas.


Keamanan: Protokol routing dinamis bisa menjadi lebih rentan terhadap serangan seperti "route poisoning" atau "man-in-the-middle," terutama jika tidak ada perlindungan atau otentikasi yang tepat.


Kompleksitas Konfigurasi: Meskipun lebih mudah dalam beberapa hal, mengonfigurasi dan memahami protokol routing dinamis bisa lebih kompleks dibandingkan dengan static routing, terutama jika banyak protokol yang terlibat (misalnya, OSPF, EIGRP, BGP).


Ketergantungan pada Protokol: Jika protokol routing dinamis tidak dikonfigurasi dengan benar, bisa menyebabkan masalah dalam pemilihan rute terbaik atau menyebabkan router saling mengiklankan rute yang salah.


Waktu Konvergensi: Meskipun dynamic routing mampu menangani perubahan jaringan, waktu konvergensi (waktu yang dibutuhkan untuk memperbarui informasi routing setelah perubahan) bisa mempengaruhi kinerja, terutama pada jaringan besar.


apa saja macam macam dynamic routing


Dynamic routing melibatkan penggunaan protokol untuk menentukan jalur atau rute secara otomatis berdasarkan kondisi jaringan. Ada beberapa jenis protokol dynamic routing yang umum digunakan, yang masing-masing memiliki cara berbeda dalam menghitung dan memilih rute terbaik. Berikut adalah beberapa macam dynamic routing:


1. RIP (Routing Information Protocol)

2. OSPF (Open Shortest Path First)

3. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

4. BGP (Border Gateway Protocol)

5. IS-IS (Intermediate System to Intermediate System)

6. RIPng (Routing Information Protocol next generation)

7. OSPFv3 (Open Shortest Path First version 3)


apa itu IGP DAN EGP

1. Internal Gateway Protocol (IGP)

Deskripsi: IGP adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi rute di dalam satu sistem otonom (Autonomous System/AS), yaitu jaringan yang dikelola oleh satu organisasi atau entitas. IGP digunakan untuk menentukan jalur terbaik dalam jaringan internal, seperti antara router yang ada dalam organisasi yang sama.

Contoh Protokol IGP:

RIP (Routing Information Protocol)

OSPF (Open Shortest Path First)

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

IS-IS (Intermediate System to Intermediate System)

Kelebihan:

Protokol IGP lebih sederhana dan cepat untuk implementasi dalam jaringan yang lebih kecil hingga menengah.

Mengelola rute di dalam satu jaringan atau organisasi dengan lebih efisien.

Kekurangan:

Tidak dapat digunakan untuk pertukaran informasi rute antara jaringan yang berbeda atau sistem otonom yang terpisah.

SEDANGKAN EGP

2. External Gateway Protocol (EGP)

Deskripsi: EGP adalah protokol routing yang digunakan untuk pertukaran informasi rute antar sistem otonom (AS) yang berbeda. EGP digunakan untuk menghubungkan jaringan yang dikelola oleh organisasi atau entitas yang berbeda, terutama di skala internet atau antar penyedia layanan.

Contoh Protokol EGP:

BGP (Border Gateway Protocol) – protokol EGP yang paling umum digunakan di internet.

Kelebihan:

Dapat menghubungkan banyak sistem otonom yang berbeda, memungkinkan komunikasi antar organisasi dan penyedia layanan.

Menyediakan kontrol yang lebih besar atas routing antar jaringan besar dan internet.

Kekurangan:

Protokol EGP lebih kompleks dan membutuhkan konfigurasi yang lebih mendetail dibandingkan dengan IGP.

Proses konvergensi (penyesuaian rute setelah perubahan topologi) bisa lebih lama dibandingkan dengan IGP.

SIMBOL 

RIP:DAAR

BGP:DAP

OSPF:DAO

HOP COUNT

Berikut adalah perbandingan hop count dari RIP, BGP, dan OSPF:


Hop Count

1. *RIP (Routing Information Protocol)*: 15 hop maksimal. Jika paket data melebihi 15 hop, maka dianggap tidak dapat dijangkau.

2. *BGP (Border Gateway Protocol)*: Tidak ada batasan hop. BGP menggunakan metode Path Vector untuk mengatur rute.

3. *OSPF (Open Shortest Path First)*: Tidak ada batasan hop. OSPF menggunakan metode Link State untuk mengatur rute.


Perbandingan


| RIP | 15|

| BGP | Tidak terbatas |

| OSPF | Tidak terbatas |


Catatan

- Hop count adalah jumlah perantara (router) yang dilalui paket data sebelum mencapai tujuan.

- Batasan hop count dapat mempengaruhi skalabilitas dan kinerja jaringan.

- BGP dan OSPF lebih cocok untuk jaringan besar dan kompleks karena tidak memiliki batasan hop count.

Autonomous System (AS) adalah sebuah jaringan atau sistem yang berdiri sendiri dan memiliki kontrol penuh atas routing dan pengelolaan jaringannya sendiri. AS biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh sebuah organisasi, seperti ISP (Internet Service Provider), perusahaan, atau lembaga pemerintah.


Ciri-ciri Autonomous System:


Karakteristik

1. Mempunyai routing sendiri.

2. Berdiri sendiri dan independen.

3. Memiliki kontrol penuh atas jaringannya.

4. Menggunakan protokol routing sendiri (misalnya, BGP).

5. Memiliki alamat IP sendiri.


Fungsi

1. Mengatur rute data antar jaringan.

2. Mengelola lalu lintas data.

3. Menyediakan akses internet.

4. Mengatur keamanan jaringan.

5. Mengoptimalkan kinerja jaringan.

AS GOOGLE


Nomor AS (Autonomous System) Google berbeda-beda tergantung pada lokasi dan jenis jaringan. Berikut beberapa nomor AS Google yang diketahui:


Nomor AS Google

- AS15169: Google LLC¹

- AS36384: Google LLC

- AS43515: Google LLC


Cara Mencari Nomor AS Google

1. Buka situs web resmi Google.

2. Cari informasi tentang Autonomous System (AS) Google.

3. Periksa dokumentasi teknis Google untuk informasi lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LKPD_Presentasi "PATCH PANNEL & Management LAN"

 Kelompok Patch pannel dan management LAN   video presentasi :